Beranda » Masjid » Kelebihan Masjid Istiqlal Dibandingkan Masjid Lain di Indonesia

Kelebihan Masjid Istiqlal Dibandingkan Masjid Lain di Indonesia

T Diposting oleh pada 6 Maret 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 374 kali

Masjid Istiqlal merupakan kebanggaan umat Islam Indonesia. Kemegahan dan arsitekturnya yang unik membuat masjid satu ini begitu istimewa. Pada masanya, masjid ini merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Berikut keunikan masjid kebanggaan umat yang tidak dimiliki masjid lainnya ini;

Masjid Istiqlal Jakarta

1. Arsiteknya Non-muslim

Siapa yang menyangka, masjid megah berarsitektur modern ini ternyata dirancang oleh seorang Kristen Protestan bernama Frederich Silaban. Pria kelahiran Sumatera Utara ini ditetapkan sebagai pemenang sayembara desain Masjid Istiqlal (th. 1955) yang kala itu dewan jurinya diketuai oleh Presiden Ir. Soekarno dengan beranggotakan para arsitek dan ulama. Sebagai pemenang, Frederich Silaban berhak mendapatkan medali emas seberat 75 gram dan uang tunai Rp. 25.000.

2. Aristektur Modern dan Daya Tampung Yang Besar.

Masjid Istiqlal memang terkenal dengan kemegahan bangunannya. Luas bangunannya hanya mencapai 26% dari kawasan seluas 9.32 hektar, yang selebihnya adalah halaman dan pertamanan. Karena bangunan yang begitu besar dan luas, masjid ini dapat menampung sekitar 200.000 jamaah. Selain terkenal dengan kemegahannya, masjid ini juga mempunyai arsitektur yang unik. Masjid ini dibangun dengan tidak mengenal lengkungan, semua bagian masjid dirancang dengan berbentuk segi empat. Selain itu, masjid ini sangat memerhatikan sirkulasi udara agar bagian dalam masjid tetap terasa sejuk. Sementara corak bangunannya adalah bergaya modern.

Jamaah Masjid Istiqlal

3. Istiqlal Artinya Merdeka

Ada yang tahu, darimana penamaan Istiqlal diambil? Nama tersebut diambil dari bahasa Arab yang berarti merdeka. Nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan dan mengenang kemerdekaan yang telah diraih. Sementara pembangunan masjid ini ditujukan sebagai monumen untuk menghormati para pejuang muslim yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan, sekaligus menggambarkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan rahmat-Nya berupa kemerdekaan bangsa.

4. Dibangun Bertepatan Maulid Nabi

Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Namun memburuknya situasi politik kala itu menyebabkan pembangunan tersendat. Akhirnya setelah tujuh belas tahun, barulah pembangunan dinyatakan selesai. Pada tanggal 22 Februari 1978 Presiden Soeharto meresmikan penggunaannya.

5. Kubah Utama Berukuran Besar

Masjid yang mampu menampung jamaah hingga 200.000 orang ini memiliki kubah utama dengan ukuran besar. Kubahnya tersusun dari rangka baja anti karat. Bentang diameter kubahnya adalah 45 meter, angka 45 melambangkan tahun 1945, tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kubah ini ditopang oleh 12 pilar besar yang tersusun melingkar. Angka 12 melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu 12 Rabiul Awwal, juga melambangkan jumlah bulan dalam setahun.

Kubah Dalam Masjid Istiqlal

6. Hanya Memiliki Satu Menara

Masjid ini terdiri dari lima lantai yang melambangkan rukun Islam. Satu lantai dasar masjid ini hanya memiliki satu menara, hal ini untuk melambangkan keesaan Allah. Menaranya berlapis marmer berdiameter 5 meter dan berukuran tinggi 66,66 meter (6.666 cm), melambangkan jumlah ayat dalam Al Qur’an. Puncak menaranya terbuat dari kerangka baja setinggi 30 meter, melambangkan 30 juz dalam Al Qur’an. Sehingga tinggi total menara adalah 96,66 meter.

7. Tujuh Pintunya Bernama Asmaul Husna

Dalam masjid Istiqlal terdapat tujuh pintu gerbang masuk. Masing-masing pintu itu diberi nama berdasarkan Asmaul Husna. Dari ketujuh pintu ini, tiga pintu yaitu Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq adalah pintu utama. Selanjutnya adalah Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman. Angka tujuh melambangkan tujuh lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam, serta tujuh hari dalam seminggu.

8. Beduk Raksasa

Bedug merupakan keunikan masjid-masjid di Nusantara. Masjid Istiqlal ternyata menyimpan beduk raksasa yang dinobatkan sebagai yang terbesar di nusantara. Panjangnya 3 meter dengan berat 2,30 ton. Bagian depan bedug berdiameter 2 meter, bagian belakang 1,71 meter dan terbuat dari kayu meranti merah (shorea wood) asal Kalimantan yang berumur 300 tahun. Beduk ini dulunya dipukul setiap hari Jum’at sebelum dikumandangkan adzan shalat Jum’at. Belakangan, suara beduk direkam kemudian diperdengarkan melalui pengeras suara sebelum adzan dikumandangkan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara merawat bedug bersejarah ini.

Bedug Raksasa Istiqlal

Itulah beberapa keistimewaan dan keunikan Masjid kebanggan milik umat Islam Indonesia yang hingga kini  masih memancarkan auranya.

Belum ada Komentar untuk Kelebihan Masjid Istiqlal Dibandingkan Masjid Lain di Indonesia

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Kelebihan Masjid Istiqlal Dibandingkan Masjid Lain di Indonesia

Masjid Istiqlal Jakarta

Berwisata Religi Ke Masjid Terkenal di Jakarta

T 6 Maret 2018 F A WisataReligi.com

Refreshing dengan sekedar jalan-jalan dan melepaskan diri sejenak dari aktivitas yang menuntut selama ini menjadi penting. Tetapi, kemanakah tujuan kamu untuk melakukan refreshing? Apakah kunjungan wisatamu hanya mall, mall dan mall saja? Kamu juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata religi sebagai... Selengkapnya

Wisata Religi ke Masjid Megah Tahan Gempa

T 6 Maret 2018 F A WisataReligi.com

Berwisata ke Kota Padang tak hanya icip-icip kuliner. Mampirlah ke Masjid Raya Sumatera Barat, yang megah dan tahan gempa. Saat liburan ke Kota Padang, cobalah mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat yang punya arsitektur unik. Masjid ini terletak persis di... Selengkapnya

Masjid Ajaib di Malang ini Kabarnya dibangun oleh Bangsa Jin

T 6 Maret 2018 F A WisataReligi.com

Wisata religi ke “Masjid Ajaib”, yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Anyar RT 27 RW 06 Desa Sanarejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi tempat wisata religi favorit bagi semua kalangan, baik kaum muslim dan non muslim.... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk dan jasa kami.